Thursday, October 25, 2018


A.    Sejarah Pesantren
Pesantren adalah sebuah pendidikan tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. Santri tersebut berada dalam kompleks yang juga menyediakan masjid untuk beribadah, ruang untuk belajar, dan kegiatan keagamaan lainnya. Kompleks ini biasanya dikelilingi oleh tembok untuk dapat mengawasi keluar masuknya para santri sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pondok Pesantren merupakan dua istilah yang menunjukkan satu pengertian.
Umumnya, suatu pondok pesantren berawal dari adanya seorang kyai di suatu tempat, kemudian datang santri yang ingin belajar agama kepadanya. Setelah semakin hari semakin banyak santri yang datang, timbullah inisiatif untuk mendirikan pondok atau asrama di samping rumah kyai. Pada zaman dahulu kyai tidak merencanakan bagaimana membangun pondoknya itu, namun yang terpikir hanyalah bagaimana mengajarkan ilmu agama supaya dapat dipahami dan dimengerti oleh santri. Kyai saat itu belum memberikan perhatian terhadap tempat-tempat yang didiami oleh para santri, yang umumnya sangat kecil dan sederhana. Mereka menempati sebuah gedung atau rumah kecil yang mereka dirikan sendiri di sekitar rumah kyai. Semakin banyak jumlah santri, semakin bertambah pula gubug yang didirikan. Para santri selanjutnya memopulerkan keberadaan pondok pesantren tersebut, sehingga menjadi terkenal ke mana-mana, contohnya seperti pada pondok-pondok yang timbul pada zaman Walisongo.
B.     Profil Pondok Pesantren Nurul Islam (Pungging-Mojokerto)
                        Seiring tuntunan zaman akan lahirnya generasi Islam yang tangguh, cerdas dan berakhlak mulia dengan mempertahankan Sibghoh (karakter) Pesantren, maka Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging konsisten dalam pendidikan santri-santrinya dengan teguh memegang prinsip dan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah serta beikhtiar melakukan adaptasi dengan dunia modern melalui pemanfaatan teknologi dan segala fasilitas penunjangnya sebagai implementasi dari falsafah “Al Muhafadhotu ‘Ala Qodimis Sholih wal Akhdzu bil Jadidil Aslah” (menjaga nilai-nilai kuno/tradisional yang baik, dan mengambil nilai-nilai baru/modern yang lebih baik).
KH. Ahmad Siddiq, SE. MM. pendiri pondok pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto, mengambil pola pembentukan karakter santri dengan menggabungkan rana metode salafiyah yang khas dengan materi kurikulum pendidikan nasional yang unggul. Dengan begitu Pondok Pesantren Nurul Islam tidak hanya sebagai lembaga pendidikan semata, melainkan lembaga kepelatihan, lembaga keilmuan, lembaga bimbingan keagamaan, lembaga pemberdayaan masyarakat dan pada gilirannya menjadi simpul budaya.
Untuk mewujudkan harapan mulia tersebut, pembelajaran di PP. Nurul Islam Pungging dikelola dengan managemen profesional melibatkan Guru/Asatidz yang kompeten dibidangnya (lulusan perguruan tinggi-pesantren ternama di Indonesia maupun luar negeri dan berkualifikasi S1, S2)


Tabel Kepuasan Konsumen
Pondok Pesantren Nurul Islam
No.
Nama
Pendapat
hasil
SB
B
CB
1
M. Masubandi
dari mulai metode pendidikannya yang baik disisi lain kedisiplinan juga sangat baik dan seluruh kegiatanya berjalan dengan profesional


2
M. Rico Maulana
baik karena di ponpes ini juga di ajarkan ilmu leadership yang membuat saya tertarik


3
M. Ainur R
Baik secara sistem dan baik secara pelaksanaan karena disini kedewasaan seorang anak itu di pertimbangkan


4
Candra Aditya P
terkait dengan pelayanan pengurus terhadap santri sangat baik karena mulai dari hal yang remeh itu mampu dihendel oleh pengurus


5
M. Irfan Amiruddin
saya kagum kepada pengasuh yang mana bersungguh-sungguh dalam mendidik, merawat dan memperjuangkan masa depan santrinya


6
M. Al-Farizi
saya kerasan disini karena sistem pendidikanya yang baik tempat yang bersih dan nyaman


7
Deva Arya Pradana
sangat baik karena di tempat ini saya tahu makna perjuangan yang hakiki


8
M. Miftachus Surur
saya tertarik untuk mondok disini karena disini menurut pendapat masyarakat didesa saya disiplin dalam segala hal


9
M. Daffa' Isroqul
saya sudah kerasan disini karena disini mas-mas musrif telah membimbing dengan ikhlas.


10
M. Dimas Prastyo
saya disini sudah mulai kerasan karena disini saya bisa meningkatkan bakat saya